Hashim: Prabowo Marah Besar Akibat Saham, Minta Pimpinan Bursa Mundur - CNBC Indonesia
Jakarta - Hashim Djojohadikusumo, adik kandung Presiden Prabowo Subianto, mengungkapkan kemarahan besar sang presiden terhadap kinerja Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam wawancara eksklusif dengan CNBC Indonesia pada Jumat (20/3/2026), Hashim menyatakan bahwa Prabowo memerintahkan pimpinan bursa untuk mundur segera akibat penurunan indeks saham yang parah.
"Mas Prabowo sangat marah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 15% dalam seminggu terakhir, menghapus Rp 5.000 triliun nilai pasar. Ini bukan cuma soal angka, tapi kepercayaan investor yang runtuh," tegas Hashim, yang juga pengusaha besar di sektor pertambangan dan energi.
Insiden ini dipicu oleh skandal manipulasi saham di sektor teknologi dan properti, yang diduga melibatkan pemain asing. Pemerintah Prabowo, yang sedang gencar dorong program 'Indonesia Emas 2045' melalui investasi saham ritel, merasa dikhianati. "Presiden minta semua pimpinan BEI, termasuk Direktur Utama dan Dewan Komisaris, mengundurkan diri dalam 48 jam. Kalau tidak, ada sanksi tegas," lanjut Hashim.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah membentuk tim investigasi khusus, sementara BEI menggelar rapat darurat. Analis memprediksi gejolak pasar akan berlanjut hingga pengganti pimpinan baru diumumkan. Hingga berita ini diturunkan, IHSG ditutup di level 4.800, terendah sejak 2024.